Kamis, 29 Oktober 2015

Daerah Palembang



Kebudayaan
Kota Palembang adalah salah satu kota besar di Indonesia yang juga merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Di Palembang terdapat  banyak kebudayaan, salah satunya : Bahasa, Bahasa Palembang mempunyai dua tingkatan, yaitu Baso Pelembang Alus atau Bebaso dan Baso Pelembang Sari-sari. Baso Pelembang Alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara-upacara adat. Sementara itu, Baso sari-sari (sehari-hari) dipergunakan oleh wong Palembang dan berakar pada bahasa Melayu. Dalam sehari-hari, orang Palembang biasanya mencampurkan bahasa ini dan Bahasa Indonesia sehingga penggunaan bahasa Palembang menjadi suatu seni tersendiri.
Makanan Khas
Makanan khas dari Palembang adalah Pempek Palembang  terbuat dari ikan yang telah digiling dicampur tepung terigu dan bumbu-bumbu lain. Jenis-jenis pempek palembang di antaranya adalah: pempek lenjer, kapal selam, pempek kulit, pempek adaan dan pempek lenggang, pempek keriting serta pempek panggang. Kerupuk Palembang, salah satu makanan kecil dari Palembang yang terkenal, kerupuk ini terbuat dari campuran terigu dan ikan tertentu. Biasanya terbuat dari ikan tenggiri, ikan gabus dan ikan belida.

Ciri khas
1. Kesenian
Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:
Ø Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)
Ø Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepad tamu-tamu dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan
Ø    Lagu Daerah seperti Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
Ø Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit Selain itu Kota Palembang menyimpan salah satu jenis tekstil terbaik di Dunia yaitu kain songket.

 2. Perkawinan

Melihat adat perkawinan Palembang, jelas terlihat bahwa busana dan ritual adatnya mewariskan keagungan serta kejayaan raja-raja dinasti Sriwijaya. Pada masa sekarang ini perkawinan banyak ditentukan oleh kedua pasang calon mempelai pengantin itu sendiri.
Tata cara perkawinan :
ü Calon dapat diajukan oleh si anak yang akan dikawinkan
ü Madik adalah suatu proses penyelidikan atas seorang gadis yang dilakukan oleh utusan pihak keluarga pria
ü Menyengguk atau sengguk berasal dari bahasa Jawa kuno yang artinya memasang “pagar” agar gadis yang dituju tidak diganggu oleh sengguk (sebangsa musang, sebagai kiasan tidak diganggu perjaka lain)
ü Ngebet, Pertemuan ini sebagai tanda bahwa kedua belah pihak keluarga telah “nemuke kato” serta sepakat bahwa gadis telah ‘diikat’ oleh pihak pria.
ü Berasan, berasal dari bahasa Melayu artinya bermusyawarah, yaitu bermusyawarah untuk menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar.
ü MutuskeKato, acara ini bertujuan kedua pihak keluarga membuat keputusan dalam hal yang berkaitan.

ü Nganterke Belanjo, Prosesi nganterke belanjo biasanya dilakukan sebulan atau setengah bulan bahkan beberapa hari sebelum acara Munggah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar